Diversifikasi Olahan Bawang: Upaya Peningkatan Manfaat dan Nilai Ekonomi

Authors

  • Afifah Rosyidah Institut Teknologi Sepuluh Nopember
  • Ratna Ediati Institut Teknologi Sepuluh Nopember
  • Irmina Kris Murwani Institut Teknologi Sepuluh Nopember

DOI:

https://doi.org/10.9744/share.10.2.70-78

Keywords:

diversifikasi, modifikasi, bawang, UMKM

Abstract

Bawang putih dan bawang merah banyak digunakan sebagai penyedap alami karena mempunyai rasa yang kuat pada bumbu alami berbagai jenis masakan. Menambahkan bawang putih atau bawang merah pada berbagai jenis masakan apapun akan menghasilkan aroma dan rasanya menjadi lebih gurih, nikmat dan lezat, baik pada berbagai menu rebusan maupun tumisan. Kian hari harga bawang terus bergerak meningkat, keadaan ini seringkali terjadi akibat pasokan yang semakin berkurang di pasaran. Curah hujan yang tidak stabil di beberapa wilayah, kenaikan bahan bakar transportasi, serta musim panen yang mulai berakhir di beberapa sentra penghasil bawang merupakan faktor dominan naik turunnya harga bawang putih dan bawang merah ini.  Keadaan ini seringkali membuat kuwatir para pelaku UMKM kuliner, ibu rumah tangga bahkan industri makanan rumahan, termasuk kelompok usaha yang bergerak di sektor makanan, tidak terkecuali UMKM kuliner yang ada di wilayah Keputih Surabaya; mengingat fungsi penting bawang pada bumbu makanan-makanan yang diolah. Keadaan tersebut terkadang menjadi pilihan yang sangat sulit, di satu sisi kalau harga jual dinaikkan konsumen cenderung lari namun apabila tidak dinaikkan harga jualnya maka untuk modal berikutnya UMKM ini akan mengalami kesulitan. Oleh karena itu biasanya diambil jalan tengah, harga tetap namun ukuran penjualan ke konsumen agak dikurangi. Pelaksanaan Kegiataan Pengabdian Kepada Masyarakat berbasis Produk ini didasarkan sebagai fasilitas memberikan solusi permasalahan-permasalahan tersebut, sehingga upaya kelangsungan kegiatan jual beli yang selama ini telah dilakukan tidak terhenti dan upaya untuk terus meningkatkan pendapatan masyarakat dapat terlaksana. Pada kegiaatan ini melibatkan UMKM kuliner, pemasok bawang, ibu-ibu PKK, karang taruna dan remaja di wilayah Keputih Surabaya; yang tertarik untuk mengembangkan modifikasi dan diversifikasi olahan bawang. Teknologi pengelolaan dalam modifikasi dan diversifikasi olahan bawang yang dimaksud adalah transfer ilmu dan metoda serta pendampingan yang terus-menerus dilakukan oleh pengabdi mulai dari awal stok bawang segar diterima, cara penyimpanan, pengelolaan suhu dan kelembaban, proses produksi serta variasi modifikasi produk olahan bawang; tidak hanya bawang goreng namun bisa juga diolah menjadi bawang serbuk, pasta bawang, minyak bawang ataupun bawang aneka rasa. Produk ini juga akan dianalisa komposisi hasil produksi yang didapatkan serta terus menerus dimonitor supaya sesuai dengan SNI sehingga memenuhi kecukupan gizinya.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biographies

  • Afifah Rosyidah, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

    Fakultas Sains dan Analitika Data, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

  • Ratna Ediati, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

    Fakultas Sains dan Analitika Data, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

  • Irmina Kris Murwani, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

    Fakultas Sains dan Analitika Data, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

References

Arpornchayanon. (2019). Antiallergic activities of shallot (Allium Ascolonicum L.) and its therapeutic effects in allergic rhinitis. Asian Pacific Journal of Allergy and Immunology.

Aryanta I. (2019). Bawang merah dan manfaatnya bagi kesehatan. Jurnal Elektronik Widya Kesehatan.

Fauziyah., Handayani, T., Susanto, R., & Rosanti, A. (2020). Diversifikasi produk unggulan daerah bawang merah lokal khas Nganjuk untuk meningkatkan pendapatan UMKM. Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Masayarakat, 5(1), 260-266.

Hajian, N., Rezayatmand, Z., & Shahanipur, K. (2018). Preventive effects of allium hirtifolium boiss methanolic and aqueous extracts on renal injury induced by lead in rats. Journal of Herbmed Pharmacology, 7(3), 155–159.

Komariah & Anton. (2022). Pemberdayaan masyarakat petani dengan memanfaatkan bawang yang tidak terjual menjadi produksi usaha bawang goreng aneka rasa. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(01), 26-31.

Kothari, D., Lee, W., & Kim, S. (2020). Allium flavonols: Health benefits, molecular targets, and bioavailability. Antioxidants.

Kurnia I, Gultom E, Afriyunita D & Sakinah S. (2022). Pemanfaatan limbah kulit bawang sebagai pestisida dan pupuk organik. Maspul Journal of Community Empowerment, 4(2), 2716-4225.

Rinzani, F., Siswoyo, S., & Azhar, A. (2020). Pemanfaatan limbah kulit bawang merah sebagai pupuk organik cair pada budidaya tanaman bayam di Kelurahan Benteng Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis. Jurnal Inovasi Penelitian, 1(3), 197–206.

Sabaruddin. (2021). Application of garlic (Allium sativum L) vegetable pesticides for control of armyworm pests (Spodoptera litura) on chili plants (Capsicum annum L). Jurnal Agroekoteknologi Tropika Lembab, 3, 121–126.

Yunus, E. Y., Hamdana, A. K., Wicaksono, Y., Zunaidi, B S., & Arliansyah, A. A. (2022). Pendaya-gunaan limbah kulit bawang merah sebagai bahan pembuatan pestisida organik pada Desa Sekarkare. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN), 3(1), 216-219.

Downloads

Published

2024-08-31

How to Cite

Diversifikasi Olahan Bawang: Upaya Peningkatan Manfaat dan Nilai Ekonomi. (2024). Share: Journal of Service Learning, 10(2), 70-78. https://doi.org/10.9744/share.10.2.70-78