Implementasi Pendekatan Arsitektur Permakultur Pada Perancangan Lanskap Gereja Katolik Santo Yusuf di Singkil, Gunung Kidul

Authors

  • Rony Gunawan Sunaryo Universitas Atma Jaya Yogyakarta
  • Irenea Ayu Indira Kusuma Wardani Universitas Atma Jaya Yogyakarta
  • Trisnia Athenalia Universitas Atma Jaya Yogyakarta
  • Frengky Benediktus Ola Universitas Atma Jaya Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.9744/share.11.1.57-72

Keywords:

arsitektur permakultur, rainwater harvesting, hortikultura, pengendalian kebisingan

Abstract

Gereja Katolik Santo Yusuf di Singkil, Gunungkidul, Yogyakarta, memiliki kebutuhan dasar pengembangan ruang ibadah baru akibat pelebaran Jalur Jalan Lintas Selatan Pulau Jawa. Selain kebutuhan pengembangan ruang, gereja menghadapi berbagai tantangan lingkungan dan sosial, terutama kekeringan akibat kondisi geologi kawasan karst, kebisingan dari Jalur Jalan Lintas Selatan Pulau Jawa, serta keterbatasan ekonomi masyarakat. Pendekatan arsitektur permakultur yang berorientasi pada keberlanjutan, produktivitas, dan kemandirian komunitas diterapkan sebagai solusi permasalahan. Perwujudan pendekatan melalui integrasi sistem rainwater harvesting guna mengatasi keterbatasan sumber air, pengembangan kebun hortikultura produktif untuk meningkatkan perekonomian lokal, serta strategi pengendalian kebisingan menggunakan elemen alami seperti taman vertikal dan fitur air. Selain itu, pengelolaan lahan gereja dilakukan dengan pendekatan holistik, termasuk pembangunan greenhouse untuk hortikultura yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar. Implementasi konsep permakultur dalam desain arsitektur dan lanskap gereja ini tidak hanya menjadi solusi atas tantangan lingkungan, tetapi juga menciptakan hubungan harmonis antara bangunan dan ekosistem sekitarnya. Melalui penerapan prinsip permakultur, desain gereja tidak hanya memenuhi kebutuhan spiritual jemaat, tetapi juga berkontribusi dalam menciptakan ekosistem yang lebih lestari dan mandiri secara ekonomi. Dengan demikian, Gereja Katolik Santo Yusuf tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan masyarakat, ketahanan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi. Melalui strategi yang diterapkan, proyek ini diharapkan dapat menjadi model arsitektur ekologi yang dapat diterapkan pada permalahan perancangan serupa.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Annisa, W., & Saleh, M. (2021). Budi daya tanaman hortikultura. Ballitra. https://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/14853 Diakes 3 Desember 2024

Arliansyah, J., Kadarsa, E., & Melania, R. (2022). ‘Desain noise barrier Light Rail Transit (LRT) Palembang untuk mengurangi tingkat kebisingan. Jurnal Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan, 2, 104-119. https://doi.org/10.46774/pptk.v5i2.504

Belleri, D., & Ratti, C. (2023). Urban farming: the reluctant utopia. Architectural Design, 93(1), 14–21. https://doi.org/10.1002/ad.2889

BPS Gunungkidul, Gunungkidul dalam Angka 2023. Badan Pusat Statistik Kabupaten Gunungkidul.

BPS Gunungkidul, Gunungkidul dalam Angka 2024. Badan Pusat Statistik Kabupaten Gunungkidul.

Fasya, N.S., Sugini., & Chairunisa, B. (2022). ’Inovasi teknologi green wall untuk meningkatkan kualitas kinerja kebisingan pada Masjid Baitul Hakim, Klaten’. Prosiding Seminar Karya & Pameran Arsitektur Indonesia 2022 Design Computation for Sustainable Architecture & Urbanism, Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta.

Fathona, D. D., & Haristianti, V. (2020). Kajian aspek autentisitas dan lokalitas pada Starbucks Reserve Dewata. Jurnal Arsitektur Zonasi, 3(3), 170–184. https://doi.org/10.17509/jaz.v3i3.27223

Heryani, N. (2022). Pengembangan teknologi panen air untuk memenuhi kebutuhan domestik’. Jurnal Sumberdaya Lahan, 15(2), 117-129. http://dx.doi.org/10.21082/jsdl.v15n2.2021 .

Kalurahan Giring, Kapanewon Paliyan. Kabupaten Gunungkidul 2023 (n.d.) Statistik berdasar pendidikan. https://desagiring.gunungkidulkab.go.id/first/statistik/pendidikan-dalam-kk Diakses 3 Desember 2024.

Kurniawan, A., Sukardi, R., & Rahaya, P. (2024). Pengaruh campuran fasad bangunan arsitektur Eropa dan lokal terhadap tampilan bangunan. Jurnal Syntax Fusion, 4(01), 16–22. https://doi.org/10.54543/fusion.v4i01.396

Majid, A. S. (2021). Perancangan urban farming center di Kota Surabaya dengan pendekatan permakultur. Skripsi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya. http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/49055

Nabhan, G.P. (2013). Growing food in a hotter, drier land - lessons from desert farmers on adapting to climate uncertainty. Chelsea Green Publishing.

Putryana, O., Nugroho, P.S., & Musyawaroh. (2020). Penerapan konsep permaculture pada perancangan pusat penelitian dan pengembangan pertanian lahan kering di Wonogiri. Senthong, Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur, 3(2), 357-368. https://jurnal.ft.uns.ac.id/index.php/senthong/article/view/1195/0

Rahman, S., Khan, M. T. R., Akib, S., Din, N. B. C., Biswas, S. K., & Shirazi, S.M. (2014). Sustainability of rainwater harvesting system in terms of water quality. The Scientific https://doi.org/10.1155/2014/721357

Sibiani, N. I. (2021). Kondisi karakteristik komposit material dinding peredam suara dengan campuran damen dan sabut kelapa. https://doi.org/10.13140/rg.2.2.32339.55844

White, W.B., Culver, D.C., & Pipan, T. (2019). Encyclopedia of caves 3rd edition. Academic Press.

Wicaksono, F. A., & Canadarma, W. W. (2019). Gereja Katolik St. Yohanes Maria Vianney di Mancasan, Sukoharjo. Jurnal Edimensi Arsitektur, 6(1), 457–464. https://publication.petra.ac.id/index.php/teknik-arsitektur/article/view/9295/8376

Widiastuti, R., Prianto, E., & Budi, W. (2014). Evaluasi termal dinding bangunan dengan vertikal garden. Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ, 1(1), 1-12. https://doi.org/10.32699/ppkm.v1i1.228.

Downloads

Published

2025-02-28

How to Cite

Implementasi Pendekatan Arsitektur Permakultur Pada Perancangan Lanskap Gereja Katolik Santo Yusuf di Singkil, Gunung Kidul. (2025). Share: Journal of Service Learning, 11(1), 57-72. https://doi.org/10.9744/share.11.1.57-72